Pakai Jaket Pink, Harvey Moeis Suami Artis Sandra Dewi Resmi Tersangka Korupsi Timah

Harvey Moeis, suami Sandra Dewi ditetapkan sebagai tersangka

Pakai Jaket Pink, Harvey Moeis Suami Artis Sandra Dewi Resmi Tersangka Korupsi Timah

Harvey Moeis, suami aktris Sandra Dewi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Agung.

Dia diduga kuat terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi dalam

tata niaga komoditas timah wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015 sampai 2022.

Saat keluar dari ruang pemeriksaan, Harvey Moeis terlihat sudah mengenakan rompi tahanan warna pink khas Kejagung.

Terlihat tangannya juga diborgol. Dia kemudian dibawa sejumlah staf Kejagung menuju mobil tahanan.

Harvey ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai perpanjangan tangan atau pihak yang mewakili PT RBT.

Penahanan terhadap Harvey dilakukan selama 20 hari ke depan, sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung Kuntadi mengatakan, Harvey

bersama-sama dengan eks Direktur Utama PT Timah, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani (MRPP) alias RS

mengakomodasi kegiatan pertambangan liar di wilayah IUP PT Timah untuk mendapat keuntungan.

“Sekira tahun 2018 sampai dengan 2019, saudara HM ini menghubungi

Direktur Utama PT Timah yaitu Saudara MRPP

atau Saudara RS alias Saudara RS dalam rangka untuk mengakomodir kegiatan pertambangan liar di wilayah IUP PT Timah,”

kata Kuntadi di Kantor Kejagung, Jakarta, Rabu (27/3/2024).

MRPT ditetapkan tersangka lebih dahulu oleh Kejagung dalam kasus yang sama.

Setelah dilakukan beberapa kali pertemuan, kata Kuntadi, akhirnya

keduanya menyepakati agar kegiatan akomodasi pertambangan liar tersebut di-cover dengan sewa menyewa peralatan processing peleburan timah.

“Yang selanjutnya tersangka HM ini menghubungi beberapa smelter,

yaitu PT SIP, CV VIP, PT SPS, dan PT TIN, untuk ikut serta dalam kegiatan dimaksud,” ungkapnya seperti dilansir Kompas.com.

Selanjutnya, tersangka Harvey meminta pihak smelter untuk menyisihkan sebagian dari keuntungan yang dihasilkan.

Modus dana CSR

Keuntungan itu kemudian diserahkan ke Harvey seolah-olah sebagai

dana coorporate social responsibility (CSR) yang difasilitasi oleh Manager PT QSE, Helena Lim (HLN) yang juga menjadi tersangka.

“Keuntungan yang disisihkan diserahkan kepada yang bersangkutan

dengan cover pembayaran dana CSR yang dikirim

para pengusaha smelter ini kepada HM melalui QSE yang difasilitasi oleh TSK HLN,” ujar dia.

Sementara Harvey tak mengungkapkan sepatah katapun ke awak media.

Dengan penetapan Harvey sebagai tersangka, total ada 16 tersangka dalam kasus ini.

Harvey Moeis Beberapa tersangka yang sudah ditetapkan adalah inisial

MRPT alias RZ selaku Direktur Utama PT Timah Tbk periode 2016-2021

dan tersangka EE alias EML selaku Direktur Keuangan PT Timah Tbk periode 2017-2018.

Selain itu, sejumlah pihak swasta lain, di antaranya crazy rich Pantai Indah Kapuk (PIK), Helena Lim selaku Manager PT QSE.

Para tersangka diduga terlibat melakukan perjanjian kerja sama fiktif dengan PT Timah Tbk.

Perjanjian kerja sama fiktif itu dijadikan landasan

bagi para tersangka untuk membuat perusahaan boneka guna mengambil biji timah di Kawasan Bangka Belitung.

Dilansir dari Tribunnews, nilai kerugian negara pada kasus ini ditaksir mencapai Rp 271 triliun.

Bahkan menurut Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejaksan Agung, nilai Rp 271 triliun itu akan terus bertambah.

Sebab nilai tersebut baru hasil penghitungan kerugian perekonomian, belum ditambah kerugian keuangan.

Baca Berita Lainnya : Truk Engkel Ugal-Ugalan Seruduk Sejumlah Mobil Di GT Halim Utama, Netizen Bagikan Video Mencekam

“Itu tadi hasil penghitungan kerugian perekonomian. Belum lagi ditambah kerugian keuangan negara. Nampak sebagian besar lahan yang ditambang merupakan area hutan dan tidak ditambal,” kata Kuntadi dalam konferensi pers Senin (19/2/2024).

Adapun Harvey diduga melanggar ketentuan Pasal 2 Ayat (1)

, Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi Jo Lasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top